Maklumat Rencana Pengembangan Ma’had

Rencana Program Kegiatan dan Pengembangan

MA’HAD AL MANSHUROH BANJARBARU

Kalimantan Selatan

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, segala pujian hanya milik Allah semata. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam dan keluarga beliau serta shahabat beliau seluruhnya.

 

Kami selaku penyelenggara kegiatan dakwah Ma’had Al Manshuroh merasa perlu memberikan penjelasan tentang rencana program pengembangan ataupun program kegiatan Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Secara umum sudah kami sampaikan di beberapa majmu’ah di aplikasi telegram seperti di https://telegram.me/AlmanshurohBanjar dan di apk whatsapp seperti di salafiy kalsel. Demikian juga versi website dapat mengetahui program kami dengan mengunjungi www.almanshurohbanjar.net.

Untuk melengkapi penjelasan, di sini kami mencoba memaparkan secara khusus tentang program kegiatan dakwah Ma’had dan rencana pengembangan masa depan.

 

Daftar Asatidzah

Berikut daftar asatidzah yang ada di Ma’had Al Manshuroh :

1) Ustadz Abu Utsman Aslam, 2) Ustadz Abu Nu’aim Isma’il, 3) Ustadz Abu Abdillah Zuhair Al Banjary, 4) Ustadz Abul ‘Abbas Muqaffy hafizhahumullah. Sebelumnya sempat ada 2 orang yang pernah bersama kami yaitu Abu Zuhair Rifqi dan Abu Aisyah/Abu Dihya Kamaluddin, namun keduanya telah memisahkan diri dari Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru dan pindah ke luar propinsi Kalimantan Selatan. Kami memiliki maklumat tentang keduanya.

Program Kegiatan Dakwah

  1. Kegiatan ta’lim harian dilaksanakan di Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru
  2. Kegiatan ta’lim mingguan di luar Ma’had yaitu di RSUD Ulin Banjarmasin tiap Ahad pagi.
  3. Kegiatan ta’lim bulanan di luar Ma’had : di Tanjung Tabalong dan di Kintap

 

Selain keterangan di atas, kami belum mengadakan kegiatan ta’lim di kota lain. Bagi yang merasa ada informasi selain 3 program di atas dapat mengkonfirmasikan kepada kami.

 

Rencana Pengembangan Area Masa Depan :

Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru saat ini menempati area lahan seluas +/- 2.000 m2 dan ditambah lahan baru seluas +/- 300 m2. Kedua lahan tersebut difungsikan untuk masjid dan sarana pendidikan serta fasilitas pendukung lainnya.

Prediksi perkembangan masa depan telah kami perhitungkan beberapa tahun yang lalu, dan hasilnya, area yang ada sangat tidak memadai jika dikembangkan secara horisontal. Beberapa tanah di sekitar lingkungan ma’had masih ada yang kosong tetapi belum dijual oleh pemiliknya. Kalaupun ada yang dijual harga tanah sangat tinggi.

Alhamdulillah saat ini, tertanggal 5 Januari 2016 kami berencana membebaskan 1 kavling tanah di dekat ma’had untuk menambah area ma’had.

Untuk pengembangan ke lokasi baru, kami masih belum melangkah jauh. Walaupun pembahasan tentang hal ini sudah kami lakukan beberapa kali sekitar 5 tahun yang telah lewat. Kami telah merumuskan beberapa kriteria area ma’had.

 

Tanggapan terhadap Kawasan Tanah Kavling yang beredar di Tengah Ikhwah Salafiyyun Kalsel dan sekitarnya :

Tanah kavling yang kami maksud berada di KM.17 jalan A.Yani Banjarbaru, berdekatan dengan RS Jiwa Sambang Lihum. Kavling tanah tersebut ditawarkan oleh sebuah perusaahan tanah kavling di Banjarmasin. Kebetulan ada ikhwan kita yang juga ikut memasarkan tanah kavling tersebut ke ikhwah salafiyyun di Kalsel dan sekitarnya. Sebagian di antara mereka mengganggap tanah kavling tersebut adalah area pengembangan baru Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru.

Atas keadaan ini kami merasa perlu memberikan tanggapan bahwa :

  1. Tanah kavling tersebut tidak pernah menjadi pembahasan di kalangan asatidzah dan pengurus ma’had untuk dijadikan area pengembangan baru Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru. Beberapa asatidzah dan ikhwah pernah membahas di luar forum musyawarah Ma’had untuk menjajagi kemungkinan area tersebut untuk menjadi lokasi komunitas ikhwah. Kesimpulannya, untuk mengembangkan area tersebut menjadi lokasi komunitas salafiyyun cukup sulit, baik dari sisi fisik tanah (tanah rawa yang sangat labil), biaya pembangunan yang besar (karena tanah rawa) dan dari sisi fungsi lahan sekitarnya diprediksi terlalu ramai (kampus, perkantoran, perdagangan).
  2. Ma’had Al Manshuroh tidak terlibat apapun mengenai pengembangan lahan kavling yang dimaksud. Meskipun ada diantara asatidzah dan ikhwah yang ikut membeli, maka hal itu murni transaksi jual beli yang segala sesuatunya diselesaikan antar penjual dan pembeli. Segala resiko atas urusan tersebut menjadi tanggung jawab mereka masing-masing yang terkait.
  3. Kepada pihak-pihak yang mendapatkan informasi (dari mulut ke mulut) atau dari grup-grup ikhwah di wilayah Kalsel maupun luar propinsi, kami meminta ta’awunnya untuk memberikan penjelasan sesuai maklumat ini, bahwa tanah tersebut bukan area baru pengembangan ma’had Al Manshuroh Banjarbaru dan juga bukan prakarsa pengelola Ma’had Banjarbaru. Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru tidak memiliki keterlibatan dalam hal penawaran dan pengaturan tanah kavling.

 

Semoga dengan penjelasan tentang program dakwah dan rencana pengembangan area ma’had di atas bisa difahami oleh para pembaca.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita untuk mengembangkan area baru Ma’had Al Manshuroh Banjarbaru sesuai dengan kriteria yang layak dan pertimbangan yang matang.

 

Tertanda

  1. Al Ustadz Abu Utsman Aslam
  2. Al Ustadz Abu Nu’aim Isma’il
  3. Al Ustadz Abu Abdillah Zuhair Al Banjary
  4. Al Ustadz Abul ‘Abbas Muqoffy
  5. Abu Zaid Muhammad T Al Banjary
  6. Abu Yazid Al Banjary
  7. Abu Hisyam
  8. Abu Fikri